Saturday, 13 February 2016

Puisi untuk ayah



Judul   : Pahlawan Nyata
Ciptaan : Tri Bintang Utama 


Tampak matahari belum menerangi bumi ini
Embun pagi masih terlihat suci dan jernih
Ayam juga belum berbunyi
Dan manusiapun belum ada yang berdiri

Sekilas mata ku melihat sesosok lelaki 
Akan tetapi mata ini agak sayu menatapnya
Aku mencoba untuk mendekat
Dan aku terus mendekat

“Ayah” kata yang kulantunkan
Disaat aku mengetahui bahwa lelaki itu adalah ayahku
Dia hanya terus tersenyum menatapku
Melihat aku tampak ragu-ragu memandangnya

Hal besar yang selama ini aku tidak tahu
Ternyata ayah adalah pahlawan nyata dalam hidupku
Kerja keras,banting tulang,dan terluka
Ternyata adalah hal yang biasa untuknya

Ia rela lakukan semuanya untuk anak dan istrinya
Ia selalu berkorban untuk tegar,dan tetap berdiri 
Meski ia tau bahwa didepan terdapat beribu-ribu rintangan
Tetapi ia selalu berkerja untuk mendapatkan sebutir beras

Kini aku sadar,aku tahu,dan aku mengerti
Sesuatu yang aku tak ketahui selama ini
Setiap tetesan keringat dan jerih payahnya
Adalah berlian dan hal yang paling istimewa didalam dunia ini

Aku harap dikala aku sudah besar dan dewasa
Aku dapat menjadi sepertimu ayah
Dan kini aku menahan tetesan air mata 
Untuk mengatakan bahwa aku menyayangimu AYAH

No comments:

Post a Comment